MANAJEMEN SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah perlu didukung kemampuan manajerial Kepala Sekolah. Kepala Sekolah hendaknya berupaya untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal.

Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang professional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, dana yang cukup untuk menggaji staf sesuai dengan fungsinya, serta partisipasi masyarakat yang tinggi. Bila salah satu hal di atas tidak sesuai dengan yang diharapkan dan/atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka efektivitas dan efisiensi pengelolaan sekolah kurang optimal.

Manajemen (berbasis) sekolah, memberikan kewenangan penuh kepada Kepala Sekolah untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi komponen-komponen pendidikan suatu sekolah, yang meliputi input siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana-prasarana, dana, manajemen, lingkungan, dan kegiatan belajar-mengajar.

Berkenaan dengan hal tersebut, perlu disusun Buku Manajemen Sekolah, yang menguraikan tentang berbagai hal yang perlu dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya dalam rangka menyelenggarakan pendidikan inklusi secara efektif dan efisien.

(more…)

March 7, 2010 at 5:35 am Leave a comment

Tujuh Hukum Mengajar

JADILAH GURU YANG BAIK

(Tujuh Hukum Mengajar)

Wahidin John  Milthon Gregory  merupakan penulis  buku  yang  terkenal tentang Tujuh  Hukum  Mengajar.  Inilah beberapa petunjuk  yang  perlu  dipersiapkan oleh seorang guru yangbaik.

Persiapkan  bahan   pelajaran   dengan  mempelajarinya  berulang-ulang. Jangan mengandalkan bahwa kita sudahpernahmempelajarinya karena apa yang kita ketahui dahulu pasti sebagiansudahterhapus dari ingatan kita.Carilah   urutan  yang   logis   dari   tiap  bagian   dalam  pelajaran   yang dipersiapkantersebut.

Setiap pelajaran selaluberangkatdari pengertian-pengertian dasar yang sederhana baru ketingkat pengertian yangtinggi. Pelajari urut-urutan yang logis daripelajaran yang dipersiapkantersebut sampai  terwujud  suatu pengertian  yang dapat  saudara  uraikan  dengan kata-kata sendiri.Carilahanalogi atau ilustrasi untuk mempermudah penjelasanfakta-fakta danprinsip-prinsip yang sulit dimengerti oleh siswa.Khususnya prinsip-prinsipabstrak.Carilah  hubungan  antara  apa  yang diajarkan  dan  kehidupan sehari-hari siswa.

Hubungan-hubungan  inilah yang  akan  menentukan nilai  praktis penerapan daripelajaran itu.Gunakan  sebanyak  mungkin  sumber referensi  berupa  buku-buku atau bahan-bahan yang sesuai,tetapi pahami dahulu sebaik-baiknyasebelum menyampaikan kepadasiswa.Harap  diingat  bahwa  lebih  baik mengerti  sedikit,  tetapi benar-benar mantap daripadamengetahui banyak, tetapi kurang mendalam.Sediakan waktu yang khusus untukmempersiapkan tiap pelajaransebelum berdiri  di  depan kelas.

Dengan  persiapan matang,  kita akan  semakin menguasai pengetahuan dan gambaranapa yang diajarkanakan semakin jelas.

Sumber: John Milthon Gregory. TujuhHukum Mengajar

March 7, 2010 at 5:33 am Leave a comment

IDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi, para guru di sekolaah reguler/sekolah umum perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang anak dengan kebutuhan khusus atau sering juga disebut anak berkebutuhan khusus. Dengan mengetahui siapa yang disebut anak dengan kebutuhan khusus serta karakteristiknya, maka diharapkan guru mampu melakukan identifikasi terhadap mereka, baik yang sudah menjadi terdaftar sebagai peserta didik pada sekolah yang bersangkutan maupun yang belum masuk sekolah yang ada atau bertempat tinggal di sekitar sekolah. Dengan identifikasi yang tepat guru dapat memberikan bantuan pelayanan yang sesuai untuk mendukung dan menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.

Anak dengan kebutuhan khusus perlu dikenal dan diidentifikasi dari kelompok anak pada umumnya, karena mereka memerlukan pelayanan pendidikan yang bersifat khusus. Pelayanan tersebut dapat berbentuk pertolongan medik, latihan-latihan therapeutic, maupun program pendidikan khusus, yang bertujuan untuk membantu mengurangi keterbatasannya dalam hidup bermasyarakat.

Dalam rangka mengidentifiksi (menemukan) anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis dan gradasi (tingkat) kelainan anak, diantaranya adalah kelainan fisik, mental intelektual, social, emosional. Di luar jenis kelainan tersebut terdapat anak yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa atau sering disebut sebagai anak yang memiliki kecerdasan dan bakat luar biasa. Masing-masing memiliki ciri dan tanda-tanda khusus atau karakteristik yang dapat digunakan oleh guru untuk menandai dalam rangka identifikasi anak dengan kebutuhan pendidikan khusus.

(more…)

March 7, 2010 at 4:57 am Leave a comment


Categories

  • Blogroll

  • Feeds